PENYALURAN BANTUAN PANGAN PERIODE JULI, AGUSTUS, SEPTEMBER 2026

Bantuan pangan berupa beras kembali disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Penyaluran berlangsung di Desa Cening dan Desa Sukodadi, Senin, 14 September 2026, dan dihadiri langsung oleh Bupati Kendal.
Di Desa Cening, bantuan beras diberikan kepada 608 Penerima Manfaat. Setiap keluarga menerima total 30 kg beras. Bantuan ini merupakan rapelan alokasi untuk tiga bulan sekaligus, yaitu periode Juli, Agustus, dan September 2026 (10 kg per bulan). Tujuan Program: Untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, khususnya di tengah musim kemarau panjang yang berdampak pada hasil pertanian dan stok pangan di tingkat desa.

Camat Singorojo, Bapak Candra Putra, SH, mengatakan bantuan ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantuan juga diharapkan dapat menjaga ketersediaan pangan di tingkat desa. “Dengan adanya bantuan pangan ini mudah-mudahan bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan beras. Apalagi saat ini ada keterbatasan stok pangan karena banyak tanaman yang gagal panen akibat musim kemarau yang cukup panjang,” Menurutnya, penyaluran bantuan juga diharapkan dapat ikut menjaga stabilitas harga dan mengurangi tekanan inflasi di tingkat desa. Masyarakat penerima dapat terbantu karena sebagian kebutuhan beras untuk beberapa bulan telah terpenuhi.“Harapannya dengan pemberian bantuan pangan ini juga bisa mengurangi inflasi di desa, karena kondisi stok pangan yang terbatas akibat banyak yang gagal panen,” tambahnya.ujar Bapak Candra.

Imbauan Bupati: Bupati Tika menegaskan agar bantuan pangan ini tidak dijual dan benar-benar dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga, sehingga anggaran yang semula untuk membeli beras bisa dialihkan untuk pemenuhan gizi lainnya (membeli lauk-pauk). Ibu Bupati juga menegaskan agar bantuan pangan ini benar-benar dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga dan tidak diperjualbelikan. Beliau juga mendorong pembaruan data secara berkala (melalui musyawarah desa) agar warga yang ekonominya sudah meningkat bisa digantikan oleh warga kurang mampu lain yang belum pernah menerima bantuan.



